Analisis Up And Down Nokia Sejak Awal Mula Berdiri Hingga Sekarang

Ketika mendengar kata Nokia, pasti anda akan langsung memikirkan handphone anda waktu masa sekolah dahulu, entah di tahun 1990-an atau 2000-an, tahun dimana Nokia berada di masa kejayaannya. Perjalanan Nokia tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, pada artikel ini anda akan dibawa kembali ke masa lalu untuk mengetahui up and down Nokia. Mengetahui sejarah salah satu produsen telepon seluler yang sempat berjaya pada masanya menjadi pembelajaran yang menarik bahwa tidak selamanya anda akan berada di atas. Apabila anda tidak melakukan perubahan untuk mengikuti jaman, anda bisa digantikan oleh kompetitor anda dengan mudah. Hal ini sangatlah penting terutama bagi anda yang tertarik menjadi seorang pebisnis atau entrepreneur.

www.pexels.com

Seperti Apa Up and down Nokia ?

Nokia merupakan sebuah industri seluler yang berada di Finlandia, dan sebenarnya kata Nokia sendiri berasal dari sebuah komunitas yang berada di sungai Emakoski, Finlandia Selatan. Nokia sebenarnya sudah berusia cukup lama, pertama kali didirikan di tahun 1865 hanya saja waktu itu Fredrik Idestam selaku pendiri Nokia mendirikan perusahaannya sebagai perusahaan mesin penggiling bubuk kayu. Kemudian di tahun 1920 perusahaan dikembangkan tidak hanya untuk mesin penggiling bubuk kayu saja namun juga pembuat kertas, bahkan pada waktu itu sempat menjadi perusahaan pembuat kertas yang terkemuka di Eropa. Björn Westerlund selaku CEO Nokia di tahun 1950-an meramalkan bahwa industri di sektor bubur kayu dan juga kertas akan terbatas alias tidak berkembang, oleh karena itu Nokia membangun divisi elektronik di Helsinki sebagai pabrik kabel.

Selama 15 tahun sejak dibentuknya divisi elektronik, terdapat up and down Nokia dari berbagai percobaan yang dilakukannya. Semua percobaan yang dilakukan Nokia akhirnya mulai membuahkan hasil, SDM yang ada di Nokia memiliki keterampilan substansial yang didapatkan dari para ahli. Selanjutnya di tahun 1970-an, Nokia dan perusahaan yang membuat televisi Salora bergabung dengan tujuan untuk mengembangkan telepon seluler atau telepon genggam. Akhirnya di tahun 1980-an Salora bergabung sepenuhnya dengan Nokia. Disaat yang sama, Nokia berhasil mendapatkan operasi jaringan telepon dari perusahaan telekomunikasi pemerintah di Televa. Hanya saja seluruh perjalanan Nokia dari awal hingga tahun 1980-an tidak sepenuhnya berjalan lancar dan bisa menjadi produsen telepon seluler terkemuka dengan semudah itu. Jika ditilik kembali, Nokia sempat membeli sebuah perusahaan televisi Jerman yang bernama SEL di tahun 1980-an, hanya saja karena bisnisnya tidak berjalan dengan mulus akhirnya Nokia dengan berat hati meninggalkannya.

Jangan hanya fokus pada masa keterpurukan Nokia saja, di tahun 1981 Nokia menjadi perusahaan yang berhasil meluncurkan jaringan selular multinasional yang pertama di dunia. Tak heran apabila di tahun 1980-an produk Nokia begitu booming dan mendapat sambutan yang sangat luar biasa dari masyarakat. Produk Nokia yang dimaksud disini adalah NMT atau Nordic Mobile Telephony. Kesuksesan Nokia terhadap produk NMT mulai mengalami penurunan di tahun 1990 awal dan Nokia mengalami krisis. Akan tetapi CEO baru Nokia yang bernama Jorma Ollila akhirnya memutuskan untuk fokus pada telepon seluler dan juga jaringan telepon. Kemudian di tahun 1991 Nokia menjadi perusahaan pertama yang berhasil mengeluarkan telepon GSM pertama di dunia. Sejak itulah pasar telepon seluler mulai berkembang dengan cepat, namun di tengah-tengah perkembangan tersebut Nokia masih berhasil mempertahankan posisinya sebagai perusahaan telepon seluler nomor satu di dunia.

Tahun 1994 Nokia berhasil mengeluarkan 2100 seri ponsel dengan penjualan sebanyak 500 ribu unit yang mana terjual di 130 negara, bahkan tenaga kerja yang dimiliki mencapai 54 ribu orang. Nokia tidak hanya berhasil menjadi perusahaan telepon seluler nomor satu karena ia adalah perusahaan pertama yang memproduksi telepon seluler, namun juga karena peroperasian produknya sangatlah mudah, tidak seperti kompetitornya yang lain. Usut diusut ternyata memang pengoperasian produk yang mudah adalah moto Nokia yang bahkan sampai saat ini masih dipegang oleh Nokia.

Setelah bertahun-tahun berkecimpung dalam dunia telepon seluler, Nokia sudah menciptakan banyak produk ramah lingkungan dan juga membangun skema telepon seluler daur ulang agar dapat memberikan manfaat mobilitas ke negara berkembang. Saat ini Nokia tengah menghadapi tantangan yang juga dialami oleh seluruh perusahaan dalam bidang yang sama, terutama ketika iOS dan Android mulai muncul ke pasaran yang membuat Nokia harus berpikir keras agar tidak tergerus perkembangan jaman, up and down Nokia mulai terlihat sejak Android dan iOS muncul. Akibatnya di tahun 2010 tepatnya di bulan September, Nokia menunjukPresiden sekaligus CEO yang bernama Stephen Elop yang sebelumnya adalah kepala divisi bisnis Microsoft, memiliki peran di Juniper Networks dan juga Adobe Systems Inc. Elop yang memiliki latar belakang software yang kuat memberikan perubahan dalam manajemen Nokia agar Nokia dapat bangkit dari keterpurukan.

Akhirnya di tahun 2011 tepatnya bulan Februari, Nokia mengeluarkan pengumuman yang menyebutkan bahwa Nokia akan bergabung dengan Microsoft untuk memperkuat posisi keduanya dalam pasar Smartphone. Gabungan strategi bisnis keduanya terlihat dari smartphone Nokia yang menggunakan sistem operasi Windows yang berplatform. Tujuannya tentu saja untuk membangun ekosistem ketiga selain iOS dan juga Android. Smartphone pertama yang diluncurkan oleh Nokia setelah bergabung dengan Microsoft adalah Nokia Lumia 710 dan juga Nokia Lumia 800 yang sudah menggunakan Windows Phone di bulan Oktober tahun 2011.

Sayangnya era kejayaan Nokia sudah mulai memudar yang mana market share nya di kuartal 2 tahun 2012 mengalami penurunan, tidak hanya di satu negara saja namun di seluruh negara. Hal tersebut membuat Nokia harus melakukan perampingan perusahaan dengan mengurangi pegawai, menutup kantor serta pabriknya yang ada di Finlandia. Saat ini sudah tidak ada produk Nokia yang dibuat di Finlandia. Selama tahun 2012 Nokia mengalami penurunan penjualan sebesar 53,6% dari tahun 2011.

www.pexels.com

Penyebab up and down Nokia

Lalu apakah yang menyebabkan terjadinya up and down Nokia sejak Nokia masuk ke pasar telepon seluler hingga sekarang?

  • Produk populer Nokia yang terlalu lama absen dari pasar sehingga pamor Nokia mulai tergantikan oleh kompetitornya.
  • Nokia memberikan investasi terlalu besar pada Symbian tanpa adanya hasil yang berarti.
  • Nokia memiliki fokus yang terlalu banyak, tidak hanya software saja namun hardware. Hal tersebut membuat Nokia menjadi sulit fokus dan menyebabkan hasil yang didapatkan kurang optimal.
  • Strategi yang dilakukan Nokia dengan mengganti sistem Symbian dengan Windows 8 kurang efektif sehingga biaya yang dikeluarkan oleh tim riset Symbian terbuang begitu saja.
  • iOS dan Android menjadi kompetitor utama Nokia yang berhasil mengambil pasarnya ketika momentum Smartphone sedang booming.

Kira-kira seperti itulah penyebab terjadinya up and down Nokia dari tahun 1865 hingga sekarang. Nokia bagaikan “hidup segan, mati tak mau” namun tetap saja ponsel canggih Nokia bisa digunakan untuk convert pulsa.

www.pexels.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *