Kota Malang

Anda ingin mengunjungi Jawa Timur yang mana merupakan salah satu propinsi terpadat di Indonesia, maka tidak akan lengkap kalau tidak berkunjung ke kota Malang. Meski jawa Timur syarat dengan padat penduduk, tapi jawa timur juga tidak kalah dalam hal pesona wisata. Meski popularitasnya masih dibawah pualu Dewata Bali, tapi sadarilah untuk pesona wisata Jawa Timur tidak kalah jauh. Apalagi salah satu kota di Jawa Timur ini yaitu Kota Malang. Menurut data yang saya temukan dinas pariwisata bahwa pengunjung kota ini termasuk rame diangka 4.000.000 setiap tahunnya. Pengunjungnya tidak hanya turis local tapi juga dari mancanegara.

Untuk hal itu, sebagai penggemar wisatawan nusantara dan tidak terkecuali Jawa Timur, lebih khusus lagi Kota Malang, tidak salah kiranya kalau saya mengulas tentang Kota ini. Bahkan bisa juga dikatakan dengan mengenal kota ini lebih dekat. Sebenarnya Anda juga bisa sih menggunakan Paket Wisata Malang, tapi sebelum itu ada baiknya mebaca tulisan saya berikut ini.

www.pexels.com

Mengenal Kota Malang

Sebagai kota yang padat pengunjung, sudah selayaknya kita merasa terpanggil untuk mengenalnya bukan? Karena melihat animo masyarakat yang begitu besar untuk berkunjung, tentu kita bertanya, ada apa di Kota Malang ini? Nah untuk itu, yuk, lanjutkan membacaI

Kota Malang merupakan peninggalan dari kerajaan besar di Indonesia, yang mana secara administratif dibawah naungan propinsi Jawa Timur. Adapun ibu kota Jawa Timur adalah Surabaya yang mana posisi Malang berjarak 90 kilometer dari sebelah selatan Kota Surabaya. Persisnya letak kota Malang ini berada di ketinggian 480 hingaa 677 meter di atas permukaan laut. Makanya, kota ini termasuk kota dengan suhu yang sejuk dan dingin. Ditambah lagi dengan keadaan bahwa kota ini dikelilingi oleh empat gunung yaitu gunung Semeru di sebelah Timur, gunung Panderman dan Kawi di sebelah Barat, gunung Arjuno di sebelah Utara dan Kelud di sebelah Selatan.

Bagaimanaka Iklim dan Cuaca Kota Malang?

Anda mesti bertanya-tanya ketika mengetahui kepastian kondisi alam kota Malang. Jadi, Iklim di Kota Malang dapat dikategorikan sebagai iklim tropis basah, dimana terdapat dua musim yang silih berganti, musim kemarau dan musim hujan. Suhu rata ratanya mencapai 28°C dengan kelembapan udara mencapai 75%. Sepintas, kondisi tersebut mirip dengan kebanyakan kota di Indonesia. Namun ada yang unik dari daerah ini. Keunikannya adalah, suhu terendah di daerah ini justru terjadi di musim kemarau, yang mana berlangsung antara April sampai Oktober. Sebagai contoh di tahun 2017, pada bulan Juli, suhu udara malam mencapai 18° celcius. Dan akan semakin turun bila menuju puncak kemarau, yaitu bulan Agustus. Sedangkan untuk musim hujan, menurut Badan Klimatologi Karangploso, curah hujan yang tinggi biasanya datang di bulan Februari. Selain itu, hujan deras juga “menyapa” sekitar bulan November dan Desember.

www.pexels.com

Mengenal Budaya Kota Malang

Selain iklim dan cuaca yang sejuk, ada hal menarik lain di kota Malang yaitu perkara budayanya. Yang mana meliputi:

1.    Bahasa

Bagaimanakah bahasa kota Malang? Jadi, Bahasa ibu yang banyak digunakan di daerah ini adalah Bahasa Jawa (Jawa Timur, red). Bedanya dengan Bahasa Jawa Yogyakarta atau Jawa Tengah adalah, Bahasa Jawa Timur-an (sering disebut begitu) cenderung lebih keras, tegas, dan frontal. Bila Bahasa Jawa di Yogyakarta dan Jawa Tengah memiliki lekuk nada ditambah dengan intonasi yang halus, berkebalikan dengan Bahasa Jawa Timur-an. Bahasa ini terdengar seperti orang marah dan tidak ada lekuk nada, sehingga terdengar seperti orang yang sedang membentak. Jadi kalau kamu kesini jangan baper-an, ya. Jangan dimasukan hati kalau kamu merasa seperti dibentak. Memang logat daerah ini seperti itu. Selain intonasi yang “bertenaga”, pilihan katanya pun agak unik. Bahasa Malang ini sering disebut dengan boso walikan atau bahasa yang dibalik. Seperti misal Malang menjadi ngalam. Lalu pecel menjadi lecep. Namun tak semua kata bisa dibalik. Imbuhan dan konsonan rangkap tidak dibalik seperti misal dirayabi berasal dari kata dibayari. Daerah yang dijuluki Kota Apel ini mempunyai cara unik untuk mengenang masa lalu. Bukannya baper dan menangis semalam, orang orangnya malah membuat acara khusus bertajuk Festival Malang Kembali. Acara yang bisa dikategorikan sebagai pilihan tempat wisata Malang gratis ini digelar tiap tanggal 21 Mei. Dalam festival yang mulai diadakan tahun 2006 ini, jalan jalan utama diubah seperti saat jaman dulu kala, dan hal tersebut berlangsung maksimal selama 1 minggu. Untuk periode waktu dan tempat pelaksanaannya akan berbeda beda setiap tahunnya dan hal itu akan ditentukan oleh Dinas Pariwisata setempat. Tahun 2011, festival ini berlokasi di Jalan Ijen, sedangkan tahun 2014 di Kawasan Kayutangan sampai Alun Alun. Tak cuma menata ulang dekorasi jalan saja, terdapat juga berbagai pameran bertema jadul seperti pameran kuliner, barang barang antik tempo dulu, sampai berbagai macam kebudayaan pun turut hadir. Masyarakat menyambut baik festival ini. Terbukti dari pengunjungnya tak hanya datang dari Kota Malang saja, namun juga dari kota kota di sekitarnya. Nah, ini bisa jadi salah satu pilihan tempat wisata Malang gratis, nih. Jalan jalan sambil ngerasain suasana yang beda.

www.pexels.com

2.    Jaran Kepang

Selanjutnya di dalam tradisi budaya kota Malang juga ada Jaran kepang. Dalam Bahasa Indonesia jaran kepang artinya kuda kepang. Jadi jaran kepang adalah suatu kesenian daerah yang dimainkan oleh minimal 8 orang lelaki. 4 orang akan bertugas sebagai penari dan sisanya akan menjadi pemain instrumen tradisional Jawa. Semuanya akan berpakaian adat Jawa dan membawa kuda kudaan. Terkadang, ada beberapa alat yang ikut dibawa untuk mendukung pertunjukan. Nah, ketika musik mengalun mereka akan menari berdasarkan suatu jalan cerita. Dan puncaknya adalah ketika salah satu dari penari penari tersebut kemasukan roh halus alias kesurupan. Serunya adalah selama kesurupan, orang tersebut bisa melakukan hal hal aneh seperti misal makan pecahan botol kaca. Atau juga bisa dicampuk berulang ulang kali tanpa terasa sakit. Kadang, penari ini tanpa sadar akan lari ke penonton juga. Namun biasanya penari penari lain membantu mengamankan si penari yang kesurupan ini agar tak keluar dari arena. Nanti kalau sudah selesai, akan ada 1 dukun (paranormal) yang bertugas mengusir si roh halus dari tubuh penari itu. Sehingga ia bisa kembali normal.

  1. Karnaval Lampion

Berikutnya budaya yang tidak kalah uniknya di kota Malang yaitu Karnaval Lampion. Tahukah kamu bahwa banyak pengrajin lampion yang “ber-markas besar” di Malang? Hal ini juga yang menyebabkan sering diadakannya festival lampion di Kota Malang. Dulu, festival lampion diadakan biasanya ketika Hari Raya Imlek tiba. Namun sekarang, hampir beberapa acara besar juga memakai berpuluh puluh lampion untuk memeriahkan suasana seperti misal ulang tahun Kota Malang atau Tahun Baru 1 Muharram. Sangat menarik bukan? Jadi ada akulturasi budaya ya….hehehe

Nah, demikianlah sekilas tentang kota Malang dan mengenal lebih dekat kota apel ini. Tentu saja perkenalan ini tidaklah memuaskan Anda. Tapi, jika Anda ingin mengenal lebih jauh, Anda bisa mengikuti Paket Wisata Malang. Selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *