Pelajaran dan Hikmah yang Bisa Dipetik dari Isra Miraj

Sebagai umat muslim, Anda harus mengetahui apa itu peristiwa Isra Miraj alias Isra’ Mi’raj ini. Pasalnya peristiwa ini merupakan peristiwa penting sebagai peringatan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Peristiwa ini adalah kejadian dimana Allah memberikan sebuah keistimewaan kepada Nabi Muhammad. Keistimewaan tersebut berupa perintah melakukan perjalanan mulia yang dimulai dari Masjidil Haram yang letaknya di Mekkah ke Masjidil Aqsha di Palestina lalu dilanjutkan menuju Sidratil Muntaha bersama dengan Malaikat Jibril. Dalam perjalanan yang dilakukan ini, Nabi Muhammad bertemu dengan banyak nabi dan menemukan banyak hal penting. Nah, tentunya tidak cukup hanya mengetahui apa itu peristiwa Isra’ Mi’raj ini saja, tetapi sebagai umat islam yang taat, harus mengetahui pula apa saja pelajaran dan hikmah yang bisa dipetik dari kejadian tersebut.

Tentunya terdapat beberapa tujuan penting mengapa Anda harus mengetahui apa saja pelajaran dan hikmah yang bisa dipetik dari peristiwa Isra Miraj ini. Tujuan yang dimaksud ini ada dua yang semuanya harus diketahui serta dipahami dengan baik. Tujuan yang pertama adalah karena setiap peristiwa yang terjadi pastinya ada pelajaran dan hikmah yang harus bisa diambil. Tidak hanya itu saja, tujuan kedua mengapa Anda harus mengetahui akan kedua hal tersebut adalah agar iman kepada Allah SWT bisa semakin meningkat lagi. Untuk itulah jangan sampai Anda melewatkan informasi mengenai pembelajaran dan hikmah apa saja yang bisa dipetih dari peristiwa Isra’ Mi’raj tersebut.

www.pexels.com

Pelajaran yang Bisa Dipetik dari Peristiwa Isra Miraj

Sebenarnya ada banyak sekali pelajaran yang bisa Anda ambil dari peristiwa Isra Miraj ini. Dari banyaknya pelajaran tersebut, berhasil dirangkum empat pelajaran penting yang harus semua umat muslim ketahui. Adapun keempat pelajaran yang bisa dipetik dari peristiwa Isra’ Mi’raj ini adalah sebagai berikut:

  1. Keistimewaan dan kemuliaan dari Allah untuk Hamba Tercinta

Pelajaran yang bisa dipetik pertama dari peristiwa Isra’ Mi’raj ini adalah keistimewaan dan kemuliaan yang dipunyai Allah untuk hambanya yang tercinta yakni Nabi Muhammad. Perlu Anda ketahui bahwa Nabi Muhammad sebelum melakukan perjalanan baru saja kehilangan Dewi Khodijah yang merupakan istrinya yang tercinta. Dewi Khodijah ini adalah istri yang selalu mengorbankan tenaga, pikiran, harta bahkan jiwanya untuk Nabi Muhhamad. Maka dari itulah Nabi Muhammad mengalami luka dan rasa sedih yang begitu dalam  akan hal tersebut.  Untuk menguatkan Nabi Muhhamad, Allah menunjukan kebesaran yang dipunyai-Nya secara langsung kepada Nabi. Berkat hal ini, Nabi Muhammad menjadi teguh dan semakin mantap lagi dalam hal penyebaran Agama Allah. Anda bisa mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut bahwa siapa saja yang mengakkan agama dan berjalan dalam jalan Allah dengan memakmurkan dzikir, majlis ilmu, tahlil dan masjid, pastinya Allah senantiasa akan memberikan keistimewaan dan kebahagiaan.

  1. Menjalankan Shalat Lima Waktu yang Menjadi Kewajiban

Dalam kitab milik Musthofa As Siba’i  telah menjelaskan bahwa dalam melakukan Isra’ Mi’raj ini, Nabi Muhammad melakukannya dengan seluruh jasad dan ruhnya sebagai mujizat. Maka merupakan sebuah keharusan atau kewajiban kepada semua umat beragam islam untuk mengahadap (mi’raj) kepada Allah dengan jiwa dan hati yang khusyu’ sebanyak lima kali seharinya.  Apabila sudah menunaikan shalat dengan secara khusyu’, ia akan malu untuk bertindak tidak baik seperti menuruti hawa nafsu dan syahwat, mencaci orang, berbohong dan masih banyak lagi karena dirinya merasa diawasi oleh Allah langsung. Sementara itua, ia akan melakukan banyak hal baik yang tujuannya adalah mengagungkan kebesaran dari Allah sehingga mampu menjadi  seorang makhluk Allah di bumi yang terbaik.

www.pexels.com
  1. Mujizat Nabi Muhammad

Dalam peristiwa Isra’ Mi’raj ini, Nabi Muhammad melakukan perjalanan dari Masjidil Aqsha ke Sidratul Muntaha. Anda harus tahu bahwa perjalanan tersebut merupakan perjalanan manusia pertama dari bumi yang pergi ke luar angkasa  lalu kembali secara selamat ke bumi lagi. Hal ini merupakan sejarah yang harus diingat dan pehami semua umat muslim yang ada. Peristiwa ini terjadi ketika 1400 tahun silam yakni sewatu zaman nabi, maka pelajaran yang bisa diambil umat islam adalah belajar, bangkit, mandiri dan meningkatkan kemampuann yang dipunyai dalam berbagai bidang. Selain itu, mereka juga harus paham akan teknologi dan sains yang ada. Tolak ukur dari majunya sebuah bangsa bersama umatnya adalah teknologi yang tinggi dan sains yang mana dalam perjalanan ke luar angkasa  ini terdapat hal tersebut.

  1. Masjid Utama dalam Agama Islam

Terdapat pelajaran mengenai 3 masjid utama dalam agama islam pada  peristiwa Isra’ Mi’raj ini. Pasalnya dalam peristiwa tersebut ada penyebutan dua masjid yakni Masjidil Aqsha dan Masjidil Haram yang mana kedua masjid tersebut adalah masjid utama dalam agama Islam. Saat ini masjidil Aqsha dikuasai oleh kaum zionis, jadi siapa saja yang membela masjidil tersebut beserta sekelilingnya sama saja membela agama Islam.  Merupakan sebuah kewajiban  pula bagi setiap umat muslim membela dan berjuang demi tercapainya keselamatan dan kemerdekaan Masjidil Aqhsa yang terdapat di Palestina ini sesuai dengan kemampuan masing-masing yang dipunyai. Misalnya saja dengan diplomasi secara polik, bantuan harta, bantuan sandang dan pangan serta masih banyak lagi. Disini Anda bisa mengambil tour masjidil Aqsa untuk mengetahui terlebih dahulu betapa ketat dan sulitnya mengunjungi masjid tersebut karena pengaruh dari Zionis-Israel yang mencaplok wilayah Palestina.

www.pexels.com

Hikmah yang Dapat Dipetik dari Peristiwa Isra’ Mi’raj

Setelah mengetahui apa saja pembelajaran yang bisa diambil dari peristiwa Isra Miraj ini, selanjutnya yang harus Anda ketahui adalah mengenai hikmahnya. Sebenarnya hikmah dan pelajaran ini hampir sama  tetapi pelajaran lebih kepada ajaran sedangkan Hikmah ini beripakan kebjaksanaan Allah atau artinya merupakan makna manfaat yang dalam atau kesaktian. Berikut adalah beberapa hikmah yang bisa dipetik dari peristiwa Isra’ Mi’raj ini:

  1. Isra’ Mi’raj adalah Peristiwa yang Nyata

Peristiwa Isra’ Mi’raj ini sungguh bukan khayalan atau mimpi tetapi merupakan kejadian perjalanan yang nyata. Apabila ternyata peristiwa ini merupakan khayalan berarti sama saja dengan semua wahyu yang diterima  Nabi Muhammad dari mimpi maupun bisikan jibril. Dampaknya adalah peristiwa ini tidak bisa dibuat untuk menjadi bukti iman dari Rasul-Nya kepada Allah. Nabi Muhammad sepulang dari perjalanan Isra’ Mi’raj ini lalu menceritakan perjalanannya ini kepada kaumnya. Sebelumnya ketahui terlebih dahulu bahwa perjalanan yang dijalankan Nabi Muhammad ini dilakukan dengan ruh dan jiwanya, maka kaum Quraisy malah mencemooh dan menganggap Nabi ini gila.  Hal ini dikarenakan tidak mungkin terjadi peristiwa Isra’ Mi’raj yang mana perjalanan semalam dari masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang jaraknya sangatlah jauh dari Mekkah ke Palestina.  Tidak heran apabila banyak orang yang ragu atau murtad terutama yang baru masuk Islam karena peristiwa Isra’ Mi’raj ini.

  1. Peristiwa Isra’ Mi’raj Merupakan Penghibur hati dan Perjamuan Kemuliaan dari Allah

Hikmah kedua yang terdapat dibaik peristiwa Isra’ Mi’raj ini adalah penghiburan hati sekaligus perjamuan kemulian yang asalnya dari Allah kepada Nabi Muhammad.  Sebelum peristiwa ini terjadi, Nabi Muhammad mengalami banyak penolakan, pengusiran dan penghinaan dari banyak orang. Tidak hanya itu saja, berbagai cobaan yang begitu berat juga diterima Nabi Muhammad seperti meninggalnya Paman Abu Thalib Bin Abdul Muthalib dan Khadijah istrinya. Lalu Allah menunjukan kebesaran dengan memberikan jamuan kemuliaan dan penghubur hati bagi Nabi Muhammad lewat peristiwa Isra’ Mi’raj ini.

  1. Peristiwa Isra’ Mi’raj Merupakan Peristiwa Penampakan Kuasa Allah yang Paling Besar

Dalam surat An-Najm: 13-18 dan Surat Al Isra’: 1 telah disebutkan bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj ini adalah penampakan dan pembuktian dari tanda kekuasaan Allah SAW yang terbesar. Dalam hal ini sekaligus mengajarkan umat Islam bahwa  semua hal bisa Allah lakukan tanpa terkecuali. Maka dari itulah tidak boleh ada yang meragukan kebesaran dan kekuasaan dari Allah sehingga umat Islam bisa taat dan berada di jalan Allah SAW selalu.

www.pexels.com
  1. Risalah yang Rasulullah Bawa Mempunyai Sifat Universal

Dalam peristiwa Isra’ Mi’raj ini mampu menjadi bukti dari risalah yang rasulullah bawa ini sifatnya universal. Bagaimana bisa? Pasalnya dalam peristiwa Isra’ Mi’raj ini, Nabi Muhammad melakukan perjalanan dari Mekkah (Masjidil Haram) ke Palestina (Masjidil Asha) yang mana harus melalui ribuan kilometer jauhnya. Disini Allah ingin menandakan atau membuktikan bawa ajaran Rasulullah ini untuk seluruh orang disegala penjuru wilayah bumi bukan untuk penduduk mekkah saja. Setelah Nabi Muhammad ini sampai di Masjidil Aqsha, Ia langsung memimpin para Rasul-Rasul Allah dan Nabi dalam shalat.  Tanda dari peristiwa ini adalah Nabi Muhammad yang merupkan pemimpin yang memang diturunkan oleh Allah untuk memimpin para Rasul dan Nabi. Selain itu, dalam ajaran Islam, Nabi Muhammad membawa beberapa ajaran dan syariat yang belaku untuk seluruh dunia baik untuk seluruh kaum dan umat manusia yang ada.

  1. Balasan Perbuatan Buruk dan Baik

Hikmah berikutnya dari peristiwa Isra’ Mi’raj ini adalah adanya balasan untuk perbuatan buruk dan baik. Hal ini dikarenakan Nabi Muhammad selama perjalannya diperlihatkan neraka dan surga.  Berbagai nikmat surga hingga kesengsaraan pada penguni neraka diperlihatkan Allah kepada Nabi Muhammad.  Kesengsaraan yang penghuni neraka dapatkan ini berdasarkan pada keburukan yang dilakukan selama berada di dunia. Misalkan saja siksa untuk orang yang berzina, orang yang suka berghibah, orang yang mengambil harga milik anak yatim dan masih banyak lagi.

  1. Islam Agamayang Fitrah

Masih dalam rangkaian peristiwa Isra’ Mi’raj, Jibril membawakan dua minuan kepada Nabi Muhammad yang isinya adalah susu dan khamar setelah sholat dua rakaat yang dilakukandi Baitul Maqdis. Nabi Muhammad lalu tanpa ragu langsung memilih susu. Lalu Malaikan Jibrlil mengatakan Nabi Muhammad telah memilih fitrah (kesucian). Dengan adanya peristiwa ini semakin menguatkan dan menjadi bukti ampuh bahwa memang Islam merupakan agama suci.

 

Seluruh pembahasan mengenai pembelajaran dan hikmah yang dapat dipetik dari peristiwa Isra Miraj ini  merupakan hal yang sangatlah penting diketahui semua umat Islam.  Pasalnya pembelajaran dan hikmah tersebut mampu membuat kehidupan Anda semakin baik lagi. Dengan begitu  Anda bisa semakin dekat dan selalu berada di jalan Allah SWT.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *